LAMPUNG SELATAN — Anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., meminta pelaksanaan dan evaluasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dapat dilakukan secara lebih teliti dalam memotret aktivitas ekonomi di daerah, khususnya sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Kadafi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan BPS dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional, yang berlangsung di Grand Elty Krakatau, Lampung Selatan, Kamis (17/9/2026).
Dalam forum tersebut, Kadafi menilai sektor pariwisata perlu mendapat perhatian serius dalam proses pendataan karena memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap tim sensus dapat lebih jeli dalam mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang muncul dari sektor pariwisata, mulai dari usaha jasa, kuliner, akomodasi, ekonomi kreatif hingga aktivitas usaha masyarakat yang berkembang di sekitar destinasi wisata.
“Harapan saya kemudian tim sensus ini juga lebih jeli, khususnya yang di Lampung Selatan. Karena di Lampung Selatan sendiri pendapatan ekonomi mayoritas itu juga banyak dihasilkan dari pariwisata,” ujar Kadafi.
Menurutnya, pendataan sektor pariwisata membutuhkan ketelitian dan objektivitas agar data yang dihasilkan benar-benar mampu menggambarkan kondisi ekonomi di lapangan.
“Pendataan dari segmen pariwisata ini kan butuh ketelitian dan objektivitas yang baik,” lanjutnya.
Kadafi juga menekankan bahwa keberadaan data ekonomi tidak semata-mata untuk menghasilkan angka statistik. Data tersebut harus mampu menjadi pijakan dalam melihat potensi daerah sekaligus membantu pemerintah dan masyarakat menyusun strategi pengembangan ekonomi.
Karena itu, ia berpesan kepada seluruh jajaran BPS yang terlibat agar tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat ekonomi yang dapat dikembangkan dari potensi wisata yang ada di Lampung Selatan.
Menurut Kadafi, potensi wisata apabila dikelola dan dipetakan secara baik dapat memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat, termasuk membuka peluang usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Tim BPS juga saya harapkan bisa memberikan arahan kepada masyarakat mengenai manfaat ekonomi yang bisa dimunculkan dari potensi wisata yang ada di Lampung Selatan,” pesannya.
Kegiatan FGD tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat kelembagaan BPS dalam penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional.
Sensus Ekonomi memiliki posisi strategis dalam menyediakan gambaran mengenai struktur dan karakteristik kegiatan ekonomi. Data yang berkualitas dibutuhkan sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan. BPS sendiri menekankan bahwa kualitas statistik membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat.
Dalam konteks Lampung Selatan, masukan mengenai sektor pariwisata dinilai relevan mengingat karakter ekonomi daerah yang memiliki berbagai destinasi wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitarnya.
Melalui pendataan yang teliti, objektif dan mampu menangkap aktivitas ekonomi secara menyeluruh, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih kuat mengenai potensi ekonomi daerah. (Tim)
Data tersebut pada akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk merancang program pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha, serta strategi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk pariwisata.
