LAMPUNG SELATAN — Upaya mencegah penyakit sebelum terlambat terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, masyarakat Desa Taman Agung, Kecamatan Way Urang, menjadi sasaran penggerakan masyarakat untuk hidup sehat sekaligus deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), Selasa (6/10/2026).
Tak sekadar sosialisasi, kegiatan tersebut dibarengi layanan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining faktor risiko PTM hingga pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan.
Langkah ini menjadi penting mengingat PTM kerap berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, masyarakat didorong tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Lampung Selatan memberikan edukasi mengenai faktor risiko PTM dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Warga juga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan serta deteksi dini terhadap sejumlah risiko penyakit.
Perhatian khusus diberikan terhadap upaya pencegahan kanker leher rahim melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) bagi perempuan.
Narasumber kegiatan, dr. Retno Suci Fadilah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan eliminasi kanker leher rahim di Indonesia pada 2030.
*Sasaran program tersebut mencakup perempuan berusia 30–69 tahun.*
“Dalam rangka mendukung percepatan eliminasi kanker leher rahim di Indonesia pada tahun 2030, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim,” kata dr. Retno.
Menurutnya, skrining dilakukan secara terintegrasi melalui pelayanan kesehatan dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia di 28 Puskesmas di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satu metode yang diperkuat adalah pemeriksaan DNA HPV. Metode tersebut digunakan untuk mendeteksi infeksi HPV yang menjadi salah satu faktor risiko utama kanker leher rahim.
Deteksi lebih awal memungkinkan perempuan yang dinyatakan positif memperoleh tindak lanjut sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Pemeriksaan ini diharapkan dapat mendeteksi infeksi HPV sebagai faktor risiko utama kanker leher rahim secara lebih dini, sehingga perempuan yang memiliki hasil positif dapat segera mendapatkan tindak lanjut sesuai standar pelayanan kesehatan,” ujarnya.
*Jangan Tunggu Sakit*
Dinkes Lampung Selatan menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan. Pemeriksaan tidak semestinya dilakukan hanya ketika tubuh sudah menunjukkan gejala atau keluhan.
Melalui kegiatan GERMAS dan deteksi dini PTM, masyarakat didorong untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus melakukan skrining kesehatan secara berkala.
Dengan cakupan pelayanan yang diperluas melalui jaringan Puskesmas, Dinkes berharap semakin banyak kasus faktor risiko maupun penyakit yang dapat ditemukan lebih awal dan segera ditangani.
Khusus kanker leher rahim, peningkatan cakupan skrining diharapkan mampu memperbesar peluang penanganan pada stadium awal sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah Lampung Selatan memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat, dengan prinsip sederhana: lebih baik mengetahui risiko lebih awal daripada terlambat mendapatkan penanganan. (IWO-I / HPW)
