Diskusi Geothermal Rajabasa Batal, Pejabat Pemkab Kecewa Menunggu Tanpa Kepastian

News

KALIANDA, LAMPUNG SELATAN — Rencana diskusi publik mengenai proyek geothermal Gunung Rajabasa yang digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI YASBA Kalianda berujung mengecewakan. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang telah hadir sesuai undangan harus meninggalkan lokasi lantaran tidak ada panitia maupun mahasiswa yang datang.

 

Diskusi publik yang dijadwalkan berlangsung di Sky Garden Caffe Kalianda, Rabu (7/10/2026), itu sedianya membahas rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Rajabasa oleh PT Supreme Energy Rajabasa (SER).

 

Forum tersebut mengangkat tema “Menakar Rencana Proyek Geothermal Gunung Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, Transisi Energi, Perlindungan Ruang Hidup, dan Hak Masyarakat di Gunung Rajabasa.”

 

Sejumlah pejabat yang diundang DEMA STAI YASBA telah hadir di lokasi. Di antaranya Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

 

Namun, hampir satu jam menunggu, tidak ada kepastian mengenai pelaksanaan kegiatan.

 

Kondisi tersebut membuat Asisten Ekobang Setdakab Lampung Selatan, Dr. Tri Umaryani, S.P., M.Si., kecewa dan akhirnya meninggalkan lokasi.

 

“Tidak tahu, sepertinya tidak jadi, tapi tidak ada pemberitahuan resmi,” ujar Tri Umaryani saat ditemui awak media dari IWO-I Lampung Selatan di Sky Garden Caffe Kalianda.

 

Ia menyesalkan tidak adanya panitia yang datang maupun pemberitahuan terkait perubahan atau pembatalan agenda.

 

“Karena tidak ada, panitianya juga enggak ada, enggak ada pemberitahuan,” tuturnya sembari menuju kendaraan pribadinya.

 

Ketua DEMA Akui Ada Miskomunikasi

 

Ketua DEMA STAI YASBA Kalianda, Della Yunita, saat dikonfirmasi melalui telepon mengakui diskusi tersebut memang tidak terlaksana.

 

Della menjelaskan, dirinya saat ini tengah menjalani kegiatan magang sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut dipercayakan kepada wakilnya.

 

“Hari ini tidak jadi terlaksana karena ada beberapa undangan yang belum tersampaikan. Terkait yang meng-backup ini wakil saya,” kata Della.

 

Menurut Della, sebelumnya ia telah menanyakan kepada wakilnya mengenai kepastian agenda diskusi tersebut. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa kegiatan mengalami pengunduran.

 

“Kemarin sempat saya pertanyakan, forum ini bakal terlaksana besok atau memang ada pengunduran. Kata beliau ada pengunduran,” ujarnya.

 

Della kemudian mengaku mengira bahwa perubahan jadwal tersebut telah ditindaklanjuti dengan komunikasi kepada pihak-pihak yang sebelumnya menerima undangan.

 

“Saya pikir dari beliau ini sudah ada komunikasi lanjutan lagi ke pihak yang memang sudah tersebar undangannya. Ternyata tidak ada komunikasi lanjutan lagi oleh wakil saya, Rizky,” jelasnya.

 

Bantah Ada Unsur Lain

 

Della menegaskan batalnya diskusi tersebut bukan karena adanya kepentingan atau unsur lain terkait substansi pembahasan geothermal.

 

Ia mengatakan, forum tersebut justru dimaksudkan untuk mengkaji secara terbuka potensi manfaat dan dampak proyek PLTP Gunung Rajabasa.

 

“Terkait forum PLTP Geothermal, kita ngadain forum ini mau mengkaji terlebih dahulu. Kalau semisalnya memang dipastikan setiap ada dampak baiknya dan dampak buruknya juga, maka dari itulah tujuan kita mengadakan forum ini,” katanya.

 

Ia kembali menegaskan, kegiatan tidak terlaksana karena persoalan teknis komunikasi dan undangan.

 

“Tidak terlaksana hari ini bukan karena ada unsur-unsur lain, tapi memang ada beberapa undangan yang tidak tersampaikan,” ujarnya.

 

Ketua DEMA Mengaku Baru Mengetahui Pemkab Sudah Menjadwalkan Kehadiran

 

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah Della mengaku baru mengetahui bahwa agenda tersebut telah masuk dalam jadwal Pemkab Lampung Selatan.

 

Menurutnya, informasi mengenai ketidakterlaksanaan agenda tersebut baru ia terima dari staf Ekobang.

 

“Della ini dapat infonya siang-siang ini, Bang. Della juga enggak tahu kalau agenda ini sudah terskedulkan dengan pihak Pemda dan sudah turun jadwalnya,” ungkapnya.

 

Padahal, agenda diskusi publik tersebut telah direncanakan sebelumnya dan pihak Pemkab Lampung Selatan telah mengalokasikan waktu untuk menghadiri forum yang digagas mahasiswa tersebut.

 

Della pun secara terbuka mengakui adanya miskomunikasi antara dirinya dengan wakil DEMA.

 

“Iya benar, Bang. Kesalahan pada hari ini ya miskom saya dengan wakil saya. Saya juga belum ada komunikasi lanjut lagi dengan wakil saya,” ujarnya.

 

Belum Ada Kepastian Jadwal Baru

 

Della mengatakan dirinya akan meminta penjelasan kepada wakilnya setelah menyelesaikan kegiatan magang.

 

“Balik dari magang ini saya akan temui wakil saya mempertanyakan terkait ini, karena sudah banyak yang menelepon saya, kenapa tidak terlaksana,” jelasnya.

 

Hingga kini, belum ada kepastian kapan diskusi publik mengenai rencana PLTP Gunung Rajabasa tersebut akan kembali digelar.

 

Rektor STAI YASBA Mengaku Tak Mengetahui Agenda

 

Sementara itu, Rektor STAI YASBA Kalianda, Nursyamsi H.Z., mengaku tidak mengetahui adanya agenda diskusi publik yang direncanakan oleh DEMA STAI YASBA.

 

“Saya enggak tahu-menahu, enggak ada acara-acara itu. Kita enggak tahu kalau DEMA itu punya agenda, enggak tahu kita,” kata Nursyamsi singkat.

 

Gagalnya forum tersebut menjadi sorotan karena agenda yang sedianya menjadi ruang diskusi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan pihak terkait mengenai rencana geothermal Gunung Rajabasa justru tidak berjalan sesuai rencana.

 

Forum tersebut sebelumnya diharapkan dapat membahas secara terbuka berbagai aspek proyek geothermal, mulai dari potensi transisi energi hingga persoalan perlindungan lingkungan, ruang hidup, serta hak masyarakat di kawasan Gunung Rajabasa.

 

Namun, untuk sementara, pembahasan tersebut harus tertunda akibat persoalan koordinasi internal penyelenggara. (IWO-I / HPW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *