Bandar Lampung || inspeksinews.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A bersama jajaran seksi kegiatan kerja menghadiri Focus Group Discussion (FGD). Mengenai transformasi kebijakan digitalisasi pemasaran hasil produk warga binaan melalui Marketplace dalam rangka mendukung program kemandiriian ekonomi inklusif, yang dilaksanakan di Lapas Kelas II A Narkotika. Jum’at (13/02/2026)
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan Lampung, ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pemasaran hasil produk warga binaan pemasyarakatan (WBP) agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui platfrom digital.
Transpormasi digital telah mengubah pola distribusi dan pemasaran secara signifikan. Dalam konteks pembinaan produk-produk hasil karya WBP seperti kerajinan tangan, kuliner olahan, fashion hingga produk kreatif lainnya yang memiliki potensi ekonomi lebih besar. Namun tantangan pada aspek akses pasar, branding, legalitas usaha dan literasi digital menjadi perhatian penting yang perlu diatasi melalui kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.
Kehadiran Kalapas dan Giatja menunjukan keseriusan Lapas Kalianda dalam memperkuat program pembinaan kemandirian. Digitalisasi Pemasaran tidak hanya memberi peluang peluang peningkatan pendapatan bagi WBP, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui akses terhadap produk kreatif yang berkualitas.
Kalapas Kalianda menegaskan bahwa pembinaan harus mampu memberikan dampak nyata setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
“Tujuan akhir dari pembinaan adalah menghadirkan warga binaan yang siap kembali sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. Dengan digitalisasi pemasaran, hasil karya mereka memiliki peluang bersaing dipasar yang lebih luas, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan warga binaan, tetapi masyarakat luas,” Ungkap Beni Nurrahman.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi dan model implementasi yang konkret dalam mendukung kemandirian ekonomi inklusif, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan. (Red)
Sumber : Humas Lapas Kelas II A Kalianda
